Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

10 August 2007

Polisi Terjungkir di Betawi

Share
Kubu Adang-Dani suda mengikhlaskan keunggulan Foke-Prijanto. Selisih keduanya mencapai 15 persenan. Menurut itung cepat KOmpas Adang-Dani meraup 42,24% sedang Foke-Prijanto meraup 57,76%.

Meski kala, Adang mampu menggaet para pencoblos di luar kader PKS. Para pencoblos ini dianggap undecided, orang belum memutusan pilihan hingga batas akhir kampanye. Ada analisis bahwa para pemilih cenderung bergerak ke Adang namun sebagian besar tidak berani mengambil resiko dengan memilih pemimpin yang berpengalaman yaitu FOke yang telah berkarir di birokrasi selama 30 taun.

Adang juga kalah di lumbung suara yang tidak ia garap yaitu penjara. Para napi lebi nyaman memilih Foke yang sipil ketimbang Adang yang polisi. "Gue kagak mau mili polisi yang da jeblosin gue kesini" kata seorang napi pemilih. Selain itu, tim Foke juga intens menggarap penjara dengan membagi-bagi bingkisan berisi sabun, sikat gigi dan keperluan pribadi yang ditambahi brosur berisi visi-misi Foke. Sipir penjara tak tahu menahu mengenai pembagian bingkisan itu. Katanya tiap hari ada saja yang kirim bingkisan ke penjara tapi ia tak tau kalo ada brosur dari Foke. PAdahal pembagian bingkisan Foke mencapai tiga kali.
Masyarakat juga belum pulih kepercayaan kepada polisi. Di beberapa pemilihan kepala daerah, calon dari polisi selalu terjungkir.

0 komentar: